Wednesday, November 25, 2020

Sehari

 Seberapa jauh jarak antara embun dan pagi

Seberapa jauh jarak antara matahari dan siang

Seberapa jauh jarak antara bayangan dan tubuh ini

Seberapa jauh jarak antara senja dan petang

Seberapa jauh jarak antara gelap dan malam

Seberapa jauh jarak antara bulan dan bintang

Seberapa jauh jarak antara doa dan harapan

Seberapa jauh jarak antara usaha dan kesabaran

Seberapa jauh jarak antara benci dan cinta

Seberapa jauh jarak antara luka dan tawa

Sebarapa jauh jarak antara tenang dan keikhlasan

Seberapa jauh jarak antara napas dan hembusan

Seberapa jauh jarak antara hidup dan mati

Sudahkah bersyukur hari ini ?


Tulisan Ani
Aku ikutsertakan lomba di @badansastra (instagram)

Thursday, November 12, 2020

Tiara dan Lilin Cahaya

 Ia selalu ingin seperti teman lainnya

Sekolah, bermain dan melakukan hal-hal yang ia suka

Wajahnya tak penuh dosa

Seperti buku bersih tanpa coretan pena

Namun beberapa bagian tampak ternoda

Siapa yang melakukannya ?

Ia menangis kala redupnya senja

Lari masuk rumah kala langit mulai menampakkan bintangnya

Ternyata ia takut kesendirian

Orang Tuanya kemana ?

Ibu, Ibu cepat pulang katanya

Air mata membasahi pipi lembutnya

Nenek menghampiri membawakan satu lilin cahaya

Sabar Nduk, Ibumu besok pulang dari kota

Tiara tenang dan tertidur dengan lelapnya

Berharap esok Ibu yang lama tak pulang sudah berada di sampingnya

Tiara kecil yang apa adanya berjuang melewati malam tanpa peluk kasih kedua orang tua


Tulisan : Asriani

Tuesday, November 10, 2020

Rupiah dan Tangan Rakyat

 Tumbuh,

Kadang ia lemah namun tak jarang ia kuat

Ada yang berhati – hati dengannya

Ada pula yang bersahabat dengannya

Ada yang rapat – rapat menyimpannya

Ada pula yang mengedarkannya

Ada yang mencarinya dengan sekuat tenaga

Ada pula yang menolaknya dengan sederhana

Apapun perlakuan mereka kau tak akan binasa

Kau tetap identitas bangsa

Semoga terus semakin jaya

Tangguh berdiri di kancah mancanegara


Karya : Asriani
Puisi ini aku ikut sertakan dalam lomba Pekan Literasi dari Bank Indonesia Purwokerto dan Wadas Kelir Publisher

Butuh Proses

 Saat kamu bilang ingin mengenalku lebih dari teman biasa

Aku hanya menjawab iya

Saat kamu memberi perhatian tak seperti biasa

Aku hanya terdiam saja

Saat kamu membawa sekotak hadiah

Aku hanya bisa terima

Saat kamu membuat aturan

Aku hanya mencoba menyesuaikan

Maaf aku belum cinta

Masih ada hari esok semoga

Meski belum tau akankah tumbuh rasa

Tapi akan selalu ku coba

Tak akan ku memberi jarak antara kita

Tidak ada usaha yang sia-sia

Tikung aku melalui doa juga


Karya : Asriani


Rindu di Ujung Malam

 Hari ini suara pagi tak sebising sudut kota

Yang bersautan rapi menuju pusat cakrawala

Gedung berlantai menjuntai hingga mengerutkan mata

Jejak kakimu tak ku lihat di sana

Hari ini suara siang tak sekeras penatnya para kepala

Bergantian teratur memutar ide yang ada

Pena di tangan sudah di akhir alinea

Aromamu tak lagi jadi pengharum kotak kaca kerja

Hari ini suara senja tak selembut biasanya

Berlari meredup menyiapkan indahnya langit malam untuk para manusia

Mempersilahkan bintang menghiasi angkasa

Ternyata aku tersadar bahwa rindu telah menyelimuti jiwa dan raga

Selamat malam pengisi hati yang sudah di syurga

Terimakasih untuk semua kenangan canda tawa


Karya : Asriani


Sayang Diri Sendiri

Ketika kita sudah sayang sama diri sendiri, ucapakan orang lain yang berpotensi menyakitkan hati akan mudah terlupakan. Ketika kita sudah sa...